Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BPJS Ketenagakerjaan Jemput Bola, Pekerja Informal Jadi Prioritas Perlindungan

05 September 2026 Last Updated 2026-09-05T03:22:25Z

 

Kepala Disnaker Kepri Diky Wijaya foto bersama dengan Kru BPJS Ketenagakerjaan 



CENTRALBATAM.COM, BATAM – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai momentum untuk mengubah pola pelayanan menjadi lebih aktif dan menyentuh langsung masyarakat.


Tidak hanya menunggu peserta datang ke kantor, lembaga tersebut kini mengusung strategi "jemput bola" dengan mendatangi kantong-kantong pekerja informal yang selama ini belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Harpelnas yang digelar di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Jumat (4/9/2026).


Pada kesempatan itu, jajaran manajemen BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbarriau-Kepri bersama sejumlah pemangku kepentingan pemerintah daerah turun langsung memberikan pelayanan sekaligus berdialog dengan para peserta.


Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau-Kepri, Ikbar Saloma, mengatakan Harpelnas bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momen penting untuk mempererat hubungan dengan peserta serta memastikan layanan yang diberikan semakin mudah dijangkau.


"Atas nama BPJS Ketenagakerjaan, kami mengucapkan Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta di Indonesia. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk hadir lebih dekat, mendengar kebutuhan peserta secara langsung, sekaligus memastikan mereka memperoleh pelayanan dan perlindungan terbaik," ujar Ibkar.


Ia menjelaskan, peringatan Harpelnas tahun ini membawa semangat 3M, yakni Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan.


Pada aspek pelayanan, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan manajemen bersama pemerintah daerah untuk memberikan layanan yang lebih interaktif kepada peserta.


Sementara pada sisi perlindungan, fokus diarahkan kepada para pekerja sektor informal yang dinilai masih memiliki tingkat kepesertaan relatif rendah.


Menurut Ibkar, pekerja informal tetap menghadapi berbagai risiko kerja sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan yang sama.


"Kami akan turun langsung ke kantong-kantong pekerja informal untuk memberikan edukasi sekaligus memperluas cakupan kepesertaan," katanya.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial bagi para pekerja yang selama ini belum tersentuh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.


Di Provinsi Kepulauan Riau, strategi tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah lembaga pelatihan.


Kerja sama itu tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah peserta, tetapi juga memperkuat kapasitas dan produktivitas mereka melalui berbagai program pemberdayaan.


Pemerintah daerah, kata Ibkar, ikut berperan aktif melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta organisasi perangkat daerah yang membidangi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


"Intinya pemerintah daerah bersama kami melaksanakan berbagai pelatihan sehingga manfaat yang diterima peserta tidak hanya berupa perlindungan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menilai kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.


Menurutnya, manfaat jaminan sosial tidak hanya dirasakan saat peserta mengalami risiko kerja, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang membantu masyarakat bangkit dan kembali produktif.


"Dengan hadirnya BPJS, negara benar-benar hadir ketika masyarakat menghadapi musibah," ujar Diky.


Ia menambahkan, berbagai pelatihan keterampilan yang diberikan kepada penerima manfaat diharapkan mampu melahirkan produk bernilai ekonomi sehingga mereka memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.


Diky juga mengajak masyarakat serta pelaku usaha untuk semakin menyadari pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi para pekerja.


Di sisi lain, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Budi Pramono, menegaskan bahwa Harpelnas menjadi pengingat bagi institusinya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas manfaat perlindungan.


"Harpelnas menjadi momentum untuk menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh pekerja Indonesia beserta keluarganya," katanya.


Mengusung tema "Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan", BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa pelayanan tidak berhenti di balik meja kantor. Melalui semangat 3M, lembaga ini berupaya menghadirkan perlindungan yang lebih luas, menjangkau pekerja yang belum tersentuh jaminan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui berbagai program pemberdayaan.(mzi)

×
Berita Terbaru Update