Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Sekadar di Kantor, BPJS Ketenagakerjaan Sambangi Pekerja Informal hingga Lokasi Proyek

05 September 2026 Last Updated 2026-09-05T04:47:52Z

 

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Turun ke Pasar hingga Proyek Konstruksi



CENTRALBATAM.COM, BATAM – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, BPJS Ketenagakerjaan mengubah pola pelayanan dengan turun langsung ke tengah masyarakat.


Tidak lagi hanya menunggu peserta datang ke kantor, lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan itu menyambangi pasar tradisional hingga lokasi proyek konstruksi guna memastikan para pekerja memperoleh perlindungan yang layak.


Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau-Kepri, Ibkar Saloma, bersama Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Budi Pramono, melalui program Grebek Pasar di Pasar Botania 2, Batam, Jumat (4/9/2026).


Dalam kegiatan itu, masyarakat dan para pekerja mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.


Selain memberikan informasi, jajaran manajemen juga berdialog secara langsung untuk menyerap berbagai masukan terkait pelayanan dan kebutuhan perlindungan sosial.


Ibkar mengatakan, Harpelnas menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk membangun pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.


Menurutnya, kualitas pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan layanan di kantor cabang, tetapi harus hadir langsung di lokasi tempat masyarakat bekerja dan beraktivitas.


"Melalui Harpelnas ini kami ingin mendengar secara langsung berbagai masukan dari peserta, sehingga pelayanan yang kami berikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Ibkar.


Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan implementasi semangat Value Beyond Protection, yaitu menghadirkan manfaat yang melampaui sekadar perlindungan.


Konsep itu diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan.


Dalam aspek perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas jangkauan kepesertaan, terutama bagi pekerja sektor informal yang masih banyak belum terlindungi program jaminan sosial.


"Kami akan turun langsung ke kantong-kantong pekerja informal untuk memperluas cakupan kepesertaan," katanya.


Menurut Ibkar, pekerja informal memiliki risiko kerja yang sama besarnya dengan pekerja formal.


Karena itu, edukasi dan perluasan kepesertaan menjadi langkah penting agar mereka memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya.


Mengusung tema "Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan," BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pelayanan menjangkau seluruh pekerja, termasuk peserta yang tengah menjalani perawatan di fasilitas layanan kecelakaan kerja.


"Kami ingin memastikan setiap peserta memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhannya," tutur Ibkar.


Usai mengunjungi pasar, rombongan melanjutkan kegiatan ke proyek pembangunan Venisian Mall di Batam.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tenaga kerja di sektor konstruksi telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Proyek yang dikerjakan PT Visi Manajemen Proyek itu telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak 2023 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.


Saat ini tercatat sebanyak 991 pekerja terlibat dalam pembangunan tersebut.


Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan di lokasi proyek bertujuan memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial selama menjalankan aktivitas kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi.


Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Budi Pramono, menegaskan bahwa Harpelnas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja.


"Harpelnas menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh pekerja Indonesia beserta keluarganya," ujar Budi.


Ia menambahkan, perlindungan pekerja tidak hanya diwujudkan melalui pembayaran manfaat ketika terjadi risiko kerja.


Lebih dari itu, BPJS Ketenagakerjaan berupaya hadir sejak awal melalui edukasi, sosialisasi, dan perluasan kepesertaan agar semakin banyak pekerja memperoleh kepastian perlindungan dalam menjalankan profesinya.(mzi)

×
Berita Terbaru Update