![]() | |
| ASPPI DPD Kepri melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Belakang Padang, Batam, beberapa waktu lalu. |
CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Kepulauan Riau terus memperluas upaya promosi destinasi wisata di daerah.
Salah satu langkah terbarunya adalah melakukan kunjungan ke Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, guna memetakan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut.
Belakang Padang yang dikenal dengan julukan “Pulau Penawar Rindu” dinilai memiliki daya tarik yang besar untuk dikembangkan sebagai alternatif tujuan wisata di Batam.
Selain mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara, kawasan ini juga dinilai berpotensi menjadi pilihan favorit bagi wisatawan nusantara yang berkunjung ke Batam.
Kunjungan ASPPI DPD Kepri dipimpin oleh Wakil Ketua II, Martha, dan disambut langsung oleh Camat Belakang Padang, Hanafi, beserta jajaran pemerintah kecamatan.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas peluang kerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata, termasuk strategi promosi yang lebih terintegrasi.
Usai pertemuan, rombongan ASPPI diajak meninjau sejumlah destinasi unggulan yang menjadi ciri khas Belakang Padang.
Di antaranya adalah Kedai Kopi Ameng yang telah melegenda, lokasi pertunjukan budaya Melayu seperti permainan gasing dan tarian tradisional, hingga Pantai Pasir Putih yang menyuguhkan panorama indah menghadap Selat Singapura.
Camat Belakang Padang, Hanafi, menyampaikan apresiasi atas perhatian ASPPI Kepri terhadap potensi wisata di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata, salah satunya melalui pembangunan Balai Adat yang direncanakan segera direalisasikan.
"Dalam waktu dekat kami akan membangun Balai Adat di Belakang Padang. Fasilitas ini diharapkan menjadi ikon baru sekaligus tujuan utama bagi wisatawan yang datang. Selain berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya Melayu, Balai Adat juga akan memperkuat daya tarik pariwisata daerah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASPPI DPD Kepri, Justitia Primadona, menegaskan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kecamatan Belakang Padang maupun Pemerintah Kota Batam dalam mempromosikan kawasan tersebut.
Menurutnya, Belakang Padang memiliki keunggulan yang lengkap, mulai dari kekayaan kuliner tradisional seperti Luti Gendang, Kopi Ameng, dan Cendol Botak, budaya Melayu yang masih lestari, berbagai agenda wisata seperti Sea Eagle Boat Race dan lomba sampan kolek, hingga peninggalan sejarah serta panorama laut yang memikat.
"Belakang Padang merupakan hidden gem yang harus diperkenalkan lebih luas. Kami siap mempromosikannya melalui jaringan agen perjalanan ASPPI di seluruh Indonesia, bahkan menyusun paket wisata satu hari atau one day tour khusus Belakang Padang," kata Justitia.
Kolaborasi antara ASPPI Kepri dan Pemerintah Kecamatan Belakang Padang diharapkan mampu meningkatkan popularitas kawasan yang dijuluki “Pulau Penawar Rindu” tersebut.
Selain mendongkrak angka kunjungan wisatawan, pengembangan sektor pariwisata juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan memperkuat posisi Belakang Padang sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Batam.(dkh)
