Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

INSIMA Digelar Perdana di Batam, Indonesia-Malaysia-Singapura Perkuat Pengamanan Laut

11 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-11T07:37:19Z

 

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah saat memberikan keterangan pers terkait latihan INSIMA di Perairan Batam 


CENTRALBATAM.COM, BATAM – Tiga negara bertetangga, Indonesia, Malaysia dan Singapura, memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan serta keselamatan wilayah perairan melalui latihan bersama perdana bertajuk Tripartite Exercise INSIMA di Kepulauan Riau.


Latihan ini mempertemukan tiga institusi penjaga pantai, yakni Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA), dan Singapore Police Coast Guard (SPCG).


Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan di wilayah perairan Kepulauan Riau. Sekitar 60 personel dari ketiga negara dilibatkan dalam latihan yang menjadi bagian dari kerja sama tingkat tinggi antar lembaga penjaga pantai.


Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah mengatakan INSIMA menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi tiga negara dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim.


Menurutnya, pengamanan laut di kawasan perbatasan tidak dapat dilakukan secara maksimal apabila masing-masing negara bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan komunikasi, pertukaran informasi dan latihan bersama agar respons terhadap berbagai potensi ancaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.


Dalam latihan perdana ini, masing-masing negara mengerahkan satu kapal. Indonesia menurunkan KM Bintang Laut, Malaysia mengirim KM Sibuan 2224, sementara Singapura mengerahkan kapal White Tip Shark PH58.


Salah satu materi latihan yang diberikan adalah Visit, Board, Search and Seizure (VBSS). Materi tersebut melatih kemampuan personel dalam melakukan pemeriksaan, menaiki, menggeledah hingga melakukan tindakan penyitaan terhadap kapal yang dicurigai.


Karena menjadi latihan pertama yang melibatkan tiga negara secara bersamaan, materi yang diberikan masih berada pada tahapan dasar. Namun, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan latihan yang lebih kompleks pada masa mendatang.


Irvansyah berharap INSIMA tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda rutin. Frekuensi pelaksanaan, apakah setiap tahun atau dua tahun sekali, nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tingkat tinggi ketiga negara.


Kerja sama ini dinilai strategis mengingat posisi Indonesia, Malaysia dan Singapura yang berdekatan serta memiliki kepentingan bersama dalam menjaga jalur pelayaran yang sangat sibuk.


Penguatan koordinasi tersebut juga berkaitan dengan upaya menghadapi kejahatan lintas negara yang memanfaatkan jalur laut, termasuk penyelundupan narkotika dan berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.


Selain latihan bersama, ketiga lembaga penjaga pantai juga terus membangun kerja sama melalui pertukaran informasi mengenai situasi dan potensi ancaman keamanan maritim.


Kawasan Selat Malaka, Selat Singapura hingga Laut Natuna menjadi wilayah yang memiliki nilai strategis bagi ketiga negara. Dengan semakin eratnya koordinasi, INSIMA diharapkan mampu menjadi model kerja sama keamanan maritim yang dapat dikembangkan lebih luas di kawasan ASEAN.


Latihan perdana di Batam ini sekaligus menunjukkan bahwa keamanan laut membutuhkan kolaborasi lintas negara, terutama bagi negara-negara yang berbagi kawasan perairan dan menghadapi tantangan keamanan yang serupa.(dkh)

×
Berita Terbaru Update