![]() |
| Perbaikan pipa air bersih yang bocor selesai dikerjakan |
CENTRALBATAM.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan proses perbaikan sekaligus relokasi pipa transmisi air minum berdiameter 800 milimeter di kawasan depan Batamindo, Muka Kuning, telah selesai dikerjakan pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.
Dengan selesainya pekerjaan fisik tersebut, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir kini memusatkan perhatian pada proses normalisasi distribusi air ke seluruh wilayah terdampak. Pengaliran dilakukan secara bertahap guna menjaga kestabilan tekanan sekaligus memastikan keamanan jaringan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penyelesaian pekerjaan pipa bukanlah akhir dari proses penanganan. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh pelanggan kembali memperoleh layanan air bersih secara optimal.
"Perbaikan pipa telah selesai. Kini fokus kami memastikan aliran air kembali normal dan tekanan jaringan pulih secara bertahap. Saya meminta seluruh tim terus mengawal proses ini hingga masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang kembali normal," ujar Amsakar.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya distribusi air yang berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan awal.
Menurut Amsakar, keterlambatan tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar penanganan gangguan layanan publik ke depan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan responsif.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif bersama jajaran teknis serta PT Air Batam Hilir untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
Li Claudia menilai pasokan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga setiap perkembangan di lapangan harus dipantau secara berkesinambungan.
"Kami memahami kesulitan masyarakat ketika air belum mengalir sementara aktivitas rumah tangga tetap harus berjalan. Karena itu, tim di lapangan diminta bekerja hingga tuntas, bukan hanya menyelesaikan perbaikan pipa, tetapi memastikan air benar-benar sampai ke rumah-rumah warga," katanya.
Hingga saat ini, sejumlah kawasan seperti Batu Aji, Tembesi, dan Marina mulai kembali menerima pasokan air. Sementara itu, wilayah Sagulung dan Sei Lekop masih menjalani proses pemulihan karena berada di area dengan elevasi lebih tinggi serta berada di ujung jaringan distribusi, sehingga membutuhkan waktu lebih lama hingga tekanan air mencapai kondisi ideal.
Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa proses pengoperasian jaringan pascaperbaikan tidak dapat dilakukan secara sekaligus.
Saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 3 dan 4 telah beroperasi dengan kapasitas sekitar 600 liter per detik (lps) dan tekanan 9 bar. Kondisi tersebut masih berada di bawah target normal, yakni 750 lps dengan tekanan 12 bar.
"Debit dan tekanan tidak bisa langsung dinaikkan ke kapasitas maksimal. Kami harus melihat respons jaringan agar tetap aman. Peningkatan kapasitas akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai kondisi normal," jelas Denny.
Ia menambahkan, karakteristik jaringan distribusi menyebabkan proses pemulihan berlangsung berbeda di setiap wilayah. Daerah yang berada lebih dekat dengan instalasi pengolahan dan memiliki elevasi rendah akan menerima aliran lebih cepat, sedangkan kawasan yang lebih tinggi atau berada di ujung jaringan membutuhkan waktu lebih panjang.
Sebelumnya, pekerjaan relokasi pipa dimulai pada Rabu (26/8/2026). Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada proses penyambungan dan pengelasan pipa yang membuat pekerjaan melampaui jadwal semula.
Kemudian, saat dilakukan uji coba pengaliran pada Jumat (28/8/2026), tim menemukan kebocoran pada salah satu titik jaringan. Kondisi tersebut mengharuskan dilakukan perbaikan lanjutan sebelum sistem kembali dioperasikan.
Setelah melalui serangkaian pengujian dan perbaikan, pekerjaan akhirnya dinyatakan selesai pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.
Amsakar kembali menegaskan bahwa BP Batam akan terus mengawal proses pemulihan hingga distribusi air benar-benar stabil di seluruh wilayah.
"Kami memahami masyarakat masih menunggu normalnya pasokan air. Karena itu, kami memastikan seluruh proses pemulihan terus dipantau sampai distribusi kembali berjalan optimal," tegasnya.
BP Batam bersama PT Air Batam Hilir saat ini terus memonitor debit produksi, tekanan jaringan, serta distribusi air di seluruh wilayah terdampak. Selain itu, berbagai langkah penanganan juga disiapkan bagi masyarakat yang masih mengalami gangguan layanan.
BP Batam turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran dan pengertiannya selama proses perbaikan berlangsung, seraya memastikan setiap perkembangan pemulihan akan terus diinformasikan secara terbuka hingga layanan air bersih kembali normal sepenuhnya.(dkh)
