Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BP Batam Kebut Perbaikan Jaringan Air, Amsakar Turun Langsung Temui Warga Terdampak

04 September 2026 Last Updated 2026-09-04T14:32:40Z

 

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau kawasan Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, pada Jumat (4/9/2026).



CENTRALBATAM.COM, BATAM –Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi) terus mengintensifkan upaya pemulihan layanan air bersih di berbagai wilayah Kota Batam.


Setelah pekerjaan relokasi dan perbaikan pipa transmisi berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning selesai dilakukan, pemantauan terhadap distribusi air kini berlangsung secara bertahap guna memastikan pasokan kembali normal.


Hasil evaluasi teknis menunjukkan sebagian besar kawasan yang sebelumnya terdampak gangguan kini mulai memperoleh suplai air secara stabil.


Meski demikian, sejumlah wilayah masih memerlukan perhatian khusus, di antaranya Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina yang meliputi Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter, dan sekitarnya.


BP Batam menjelaskan bahwa kendala di wilayah tersebut bukan semata-mata dampak dari pekerjaan relokasi pipa di Muka Kuning.


Secara teknis, kawasan tersebut tergolong stress area atau berada di ujung jaringan distribusi dengan kontur tanah yang lebih tinggi.


Kondisi tersebut menyebabkan tekanan air sejak lama relatif rendah sehingga durasi aliran tidak optimal.


Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau kawasan Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, pada Jumat (4/9/2026).


Kunjungan itu dilakukan guna melihat secara langsung kondisi masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih sekaligus merumuskan solusi yang dapat segera diterapkan.


Dalam dialog bersama warga, terungkap bahwa persoalan distribusi air telah berlangsung cukup lama.


Sedikitnya sekitar 65 kepala keluarga terdampak, terdiri dari sekitar 21 kepala keluarga di RT 3 dan 45 kepala keluarga di RT 5.


Salah seorang warga, Parna, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kepala BP Batam yang datang langsung ke lokasi untuk mendengar keluhan masyarakat dan memastikan langkah penyelesaian segera dilakukan.


Amsakar menegaskan, sejak menerima laporan mengenai kondisi pasokan air pasca relokasi pipa Muka Kuning, dirinya langsung menginstruksikan jajaran terkait melakukan penanganan cepat.


Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh terabaikan selama proses penguatan jaringan berlangsung.


"Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, persoalan ini harus diselesaikan," tegas Amsakar kepada jajaran SPAM dan PT Air Batam Hilir.


Ia juga meminta seluruh kebutuhan armada tangki dihitung secara cermat agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan tanpa kendala.


Sebagai bentuk komitmen, BP Batam telah menyiapkan penambahan armada mobil tangki melalui pengalihan sebagian anggaran multiyears guna memperkuat layanan distribusi sementara.


Amsakar berharap seluruh pekerjaan penguatan jaringan dapat rampung paling lambat pada akhir November hingga Desember 2026 sehingga masyarakat dapat kembali menikmati layanan air yang lebih baik.


Distribusi Air Tangki Diperkuat


Sebagai solusi jangka pendek, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir mengoptimalkan pengiriman mobil tangki ke sejumlah kawasan prioritas.


Distribusi dilakukan secara terjadwal agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses perbaikan jaringan berlangsung.


Wilayah yang menjadi prioritas meliputi Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta berbagai fasilitas umum dan permukiman lain yang membutuhkan suplai darurat.


Evaluasi kebutuhan di lapangan terus dilakukan agar pendistribusian air berlangsung tepat sasaran dan sesuai kondisi masing-masing wilayah.


Penguatan Infrastrukur Jadi Solusi Permanen


Di sisi lain, BP Batam dan PT Air Batam Hilir juga mempercepat program penguatan jaringan distribusi sebagai solusi jangka menengah hingga jangka panjang.


Program Quick Win telah dijalankan di kawasan Saguba, Sei Lekop, hingga sebagian wilayah Marina seperti Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy, dan sekitarnya.


Program tersebut bertujuan meningkatkan debit sekaligus tekanan air sehingga kawasan yang berada di ujung jaringan dapat memperoleh pasokan lebih stabil.


Pengerjaan jaringan primer dan tersier telah dimulai sejak Agustus 2026.


Sementara jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan dijadwalkan tuntas pada penghujung tahun ini.


Dengan rampungnya proyek tersebut, BP Batam optimistis kualitas pelayanan air bersih di kawasan yang selama ini mengalami tekanan rendah akan meningkat secara signifikan.


BP Batam Fokus Pada Penanganan Darurat dan Solusi Jangka Panjang


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyediaan air bersih dalam kondisi darurat, tetapi juga memastikan pembangunan sistem distribusi yang lebih kuat dan berkelanjutan.


Menurutnya, armada tangki akan terus dioperasikan secara rutin di kawasan prioritas, sementara tim teknis mempercepat penyelesaian proyek penguatan jaringan yang ditargetkan selesai bertahap hingga akhir 2026.


"Target kami bukan hanya memastikan masyarakat mendapatkan air hari ini, tetapi juga membangun sistem distribusi yang lebih andal agar pelayanan air bersih di Kota Batam semakin optimal pada masa mendatang," ujarnya.


BP Batam bersama PT Air Batam Hilir juga memastikan perkembangan penanganan di lapangan akan terus disampaikan secara terbuka dan berkala sebagai bentuk komitmen dalam memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat Kota Batam.(dkh)

×
Berita Terbaru Update