![]() |
| Warga saat melakukan evakuasi di rumah pelantar yang ambruk dan merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. |
CENTRALBATAM.COM, BATAM – Duka menyelimuti warga Batumerah, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, setelah satu unit rumah pelantar ambruk dan merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban diketahui bernama Nurfita Sari (47). Saat kejadian, ia tengah mencuci di area dapur rumahnya.
Tanpa tanda-tanda sebelumnya, bagian bangunan yang telah lama mengalami kerusakan mendadak runtuh hingga menimpa korban dengan material coran semen, kayu, dan pecahan bangunan.
Posisi korban yang berada di dekat dapur dan kamar mandi membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri ketika bangunan tersebut ambruk.
Warga sekitar yang mendengar suara runtuhan segera berdatangan untuk memberikan pertolongan.
Namun proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena tubuh korban tertimbun material bangunan yang cukup tebal.
"Evakuasinya memang cukup sulit karena korban tertimpa banyak material bangunan," ujar Ketua RT 17 Batumerah, Taufik Tahir.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.
Namun nahas, nyawa Nurfita tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Ketua RW 05 Batumerah, Yadi Suryadi, mengatakan korban merupakan ibu rumah tangga yang tinggal bersama keluarganya di lokasi tersebut.
Saat musibah terjadi, suami korban, Jaya Permana, sedang bekerja, sementara anak-anaknya juga tidak berada di rumah.
Peristiwa tragis itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar yang mengenal korban.
Sementara itu, Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah membenarkan adanya insiden tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keruntuhan diduga dipicu kondisi bagian bawah bangunan yang telah lapuk dan mengalami kerusakan cukup parah.
"Dari hasil pengecekan sementara, struktur bagian bawah rumah memang sudah dalam kondisi reot dan lapuk. Ini merupakan musibah," kata Amru.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang masih menempati rumah-rumah pelantar berusia tua agar segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan demi mencegah kejadian serupa terulang.(dkh)
